Home » » Penembakan Anggota BNN Tengah Diburu Polisi

Penembakan Anggota BNN Tengah Diburu Polisi

Written By Ingat Kembali on Minggu, 03 September 2017 | 13.00

IngatKembaliCom-Bogor: Polisi memburu pelaku yang diduga menembak pegawai Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN), Indria Kameswari (38) hingga tewas di rumah kontrakannya. Namun polisi masih terus menyelidiki sosok dibalik penyebab kematian Indria.

"(Pelaku) Masih dalam pengejaran, masih diselidiki," ujar Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP AM Dicky Pastika Gading saat dikonfirmasi IngatKembaliCom, Minggu (3/9/2017).

Indria diduga tewas ditangan suaminya sendiri AM. Usai Indria ditemukan tak bernyawa, AM hingga kini belum diketahui keberadaannya. Namun Dicky belum menyebutkan siapa sosok dibalik tewasnya Indria.

"Sudah ada tersangkanya masih kita buru, kita lagi ngejar orangnya," kata Dicky.

Indria diduga tewas dengan tembakan senjata api di punggungnya. Saksi sempat mendengar suara letusan senjata api sesaat sebelum Indria ditemukan tewas. Kapolres Kabupaten Bogor, AKBP AM Dicky Pastika membenarkan keterangan saksi tersebut.

"Kalau dari saksi-saksi itu kan ngomong, ada bunyi tembakan," ujar Dicky saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (3/9/2017).

Indria ditemukan tak bernyawa di kontrakannya di Perumahan River Valley Blok B2, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Sebelumnya tetangga sempat melihat suami Indria, AM jalan dengan tergesa-gesa keluar dari kompleks perumahan.

Kepala Keamanan perumahan, mengatakan suami Indria terakhir kali terlihat pada sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat (1/9).

"Suaminya itu masuk ke perumahan sekitar jam 3 pagi, pas malam takbiran. Dia pakai mobil Avanza putih," kata Maulana kepada wartawan, Sabtu (2/9/2017).

Pada sekitar pukul 07.00 WIB, suami korban keluar dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu suami korban menggunakan mobil. "Kaya buru-buru gitu keluarnya, agak ngebut," sambungnya.

Sementara itu BNN menduga pelaku pembunuhan Indria adalah suaminya. Hal ini karena AM menghilang sesaat setelah kejadian.

"Diduga memang suaminya, karena saat kejadian itu dia tidak ada. Padahal sebelumnya dia ada di rumah itu," ujar Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko, saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (2/9/2017).

Kombes Sulis mengatakan, suami Indria bekerja sebagai kontraktor. Menurutnya, selama bekerja di BNN Indria tidak pernah mengeluhkan masalah pribadi dan keluarganya.

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : ingatkembali.com Copyright © 2016-2018. Ingat Kembali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by PT.M2C
Proudly powered by Presiden Online