Pahala Orang Terkena Sihir, Wajib Tahu!

Ingat Kembali

"Dalam Alquran, tidak kurang dari 30 ayat yang bicara mengenai sihir, antara lain Surat Al-Baqarah ayat 102"Alquran

Jakarta - INGATKEMBALIcom: Apakah Anda pernah bertanya-tanya, apa pahala orang yang terkena sihir? Sebab meski saat ini sudah masuk dunia modern, tapi tetap saja masih ada yang menggunakan sihir untuk kepentingan tertentu.

Menurut Jurnal Ushuluddin UIN Suska, sihir adalah perbuatan ajaib yang dilakukan dengan pesona dan kekuatan ajaib (mantra atau jampi) yang digunakan untuk tujuan tertentu seperti mencelakai orang lain.

Dalam Alquran, tidak kurang dari 30 ayat yang bicara mengenai sihir, antara lain Surat Al-Baqarah ayat 102.


Sebelum mengetahui pahala orang yang terkena sihir, ada baiknya untuk mengetahui tanda jika seseorang terkena sihir. Di antaranya:

* Orang yang terkena sihir mirip seperti orang yang kesurupan.

* Merasakan sakit dalam perut yang terus-menerus, karena sihir bisa lewat makanan atau minuman.

* Selalu merasakan sesak pada dada sehingga selalu ingin keluar dari rumah karena tidak tenang dan biasanya terjadi di malam hari.

* Sulit tidur, kecuali setelah melalui proses yang lama.

* Membaca komik atau novel semangat, lama, dan tidak mengantuk tapi ketika membaca Alquran merasakan panas pada tubuhnya dan cepat mengantuk.

* Banyak terbangun di malam hari dalam keadaan tertekan atau kaget.

* Bermimpi hal-hal yang menakutkan seperti melihat hewan berupa ular, anjing, kucing, singa, dan sebagainya.

* Berteriak atau tertawa dalam keadaan tidur.

* Kesakitan atau tersiksa ketika tidur.

* Sakit kepala terus-menerus. Jika telah diperiksa ke dokter dan dikatakan baik-baik saja, maka itu merupakan salah satu tanda terkena sihir.

* Tidak mau berdzikir dan malas sholat.


Sebenarnya, tidak ada keterangan khusus mengenai pahala orang yang terkena sihir.

Namun, orang yang terkena sihir bisa dikategorikan sebagai orang yang didzhalimi karena dirinya tidak mengetahui akan disihir dan tidak bisa berbuat apapun saat sihir tersebut masuk ke tubuhnya.

Oleh karena itu, pahala orang yang terkena sihir bisa disamakan dengan orang yang dizalimi. Tentang hal ini, Allah SWT berfirman:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّـهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“Dan balasan sebuah kejelekan adalah kejelekan yang serupa (boleh seseorang membalas kejahatan dengan kejelekan yang serupa, yaitu tidak sampai mendzalimi). Maka barangsiapa yang memaafkan orang yang mendzalimi dirinya, memaafkan orang yang mencela dirinya dan dia memperbaiki, maka pahalanya adalah atas Allah. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang dzalim.” (QS Asy-Syura: 40)


Dari ketiga jenis manusia dan sikapnya ketika didzalimi di atas, yang paling afdhal adalah orang yang memaafkan. Kalimat “maka pahalanya adalah atas Allah” menunjukkan tentang besarnya pahala orang yang memaafkan orang lain.

Sehingga ayat ini bukan hanya berbicara tentang pahala orang yang terkena sihir yang nyata-nyata telah didzalimi, tetapi juga tentang keutamaan orang yang memaafkan.

Dalam ayat yang lain, Allah SWT menyebutkan sifat orang-orang yang bertakwa:

وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ

“Mereka adalah orang-orang yang memaafkan manusia.” (QS Ali-Imran: 134)

Kemudian, ada tiga golongan orang yang membalas ujian dari manusia.

Yakni orang yang dzalim yang membalas lebih dari hajatnya, orang yang membalas dengan kejelekan yang serupa, kemudian yang ketiga adalah orang yang berbuat baik dengan memaafkan orang lain.

Pahala orang yang terkena sihir yang berkaitan dengan perbuatan dzalim lainnya adalah terdapat dalam sebuah hadits, di mana di hari kiamat akan dikatakan supaya berdiri orang yang pahalanya atas Allah.

Maka disebutkan bahwasannya tidak berdiri saat itu kecuali orang yang memaafkan.

Ini menunjukkan tentang keutamaan yang besar dan pahala yang besar bagi orang yang memaafkan orang yang telah mencelakai dirinya.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa keutamaan sabar adalah adanya pahala yang besar baginya.

Setelah mengetahui tanda serta pahala orang yang terkena sihir, yang paling penting untuk dilakukan adalah dengan mengobatinya. Sebab, memaafkan pelaku sihir akan lebih baik dan mungkin bisa membuat khasiat sihir berkurang.

Beberapa cara mengobati sihir adalah dengan:

1. Menggunakan Kurma

Diriwayatkan dari Amir bin Sa’ad dari bapaknya bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa setiap pagi hari memakan kurma Ajwah maka tidak akan membahayakan dirinya baik racun maupun sihir pada hari itu hingga malam hari.” (HR Bukhari)

Tentang keistimewaan kurma ini, Imam Al-Khattabi berkata: “Kurma ‘Ajwah memiliki hasiat dan manfaat yaitu bisa menjadi penangkal racun dan sihir karena berkat do’a Rasulullah saw terhadap kurma Madinah, dan bukan karena keistimewaan kurma itu sendiri.

2. Menggunakan Habbah Sauda

Dari ‘Aisyah RA, ia mendengar Nabi SAW bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلَّا مِنْ السَّامِ قُلْتُ وَمَا السَّامُ قَالَ الْمَوْتُ

“Sesungguhnya habbah sauda ini merupakan obat bagi segala jenis penyakit, kecuali as saam,”. Aku (‘Aisyah) bertanya: ”Apakah as saam itu?” Beliau menjawab:”Kematian.”

3. Menggunakan Air Zam-zam

Dari Jabir bin Abdillah RA, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:

ماَءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air zam-zam itu tergantung niat orang yang meminumnya.”

4. Menggunakan Minyak Zaitun

Dari Umar bin Al Khaththab RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

كُلُوا الزَّيْتَ وَادَّهِنُوا بِهِ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ

“Makanlah minyak zaitun dan minyakilah rambut kalian dengannya, karena sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”

5. Metode Tahshin

Metode ini adalah pengobatan dengan menggunakan bacaan dari Alquran. Aisyah pernah ditanya tentang tiupan Nabi SAW dalam meruqyah. Ia menjawab: “Seperti tiupan orang yang makan kismis, tidak ada air ludahnya (yang keluar).” (HR Muslim).

Demikianlah penjelasan mengenai pahala orang yang terkenas sihir. Semoga kita semua dijauhkan dari hal tersebut Aamiin.(Na/By/Sa/Ar/Na)

Tags