Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Koops TNI Habema Rebut Kembali Dua Senjata Yonif 9 Marinir di Maybrat

Minggu, 18 Oktober 2026 | Oktober 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-17T22:16:26Z
OPM, Koops, TNI, Habema, Kodap, Sorong, Marinir, Kasuari, Satgas, Senjata
"Dua senjata organik yang dirampas kelompok Manfred Fatem akhirnya berhasil kita ambil kembali seluruhnya. Ini merupakan bukti kesungguhan, kerja keras, dan tanggung jawab prajurit dalam menuntaskan tugas. Saya memberikan penghargaan kepada seluruh personel yang telah bekerja dengan disiplin dan profesional," Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto


Maybrat, Papua Barat Daya  – INGATKEMBALIcom: Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil merebut kembali dua senjata organik milik Batalyon Infanteri (Yonif) 9 Marinir yang sebelumnya dirampas kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya pimpinan Manfred Fatem di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.


Dua senjata tersebut masing-masing berjenis Caracal dan K3 Daewoo. Keduanya dirampas saat kelompok bersenjata menyerang pos Satuan Tugas (Satgas) Yonif 9 Marinir di wilayah Sory, Kabupaten Maybrat, pada 22 Maret 2026.


Keberhasilan pengamanan kembali kedua senjata itu dipastikan setelah Tim Gabungan Operasi Badai Kasuari 3.12 menemukan senjata K3 Daewoo pada Sabtu, 17 Oktober 2026 Penemuan tersebut menyusul pengamanan senjata Caracal sehari sebelumnya, Jumat, 16 Oktober 2026


Operasi gabungan ini melibatkan Satgas Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Kewilayahan Yonif 764/IB. Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antarsatuan, pendalaman informasi, dan pencarian yang dilakukan secara berkelanjutan.


Selain mengamankan kembali dua senjata organik TNI, tim gabungan juga menemukan satu pucuk senjata api rakitan campuran, 19 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, tiga magazen, alat bidik, serta sejumlah perlengkapan lainnya.


Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., mengapresiasi seluruh prajurit yang terlibat dalam operasi tersebut. Ia menilai keberhasilan ini mencerminkan ketekunan, keberanian, disiplin, dan profesionalisme prajurit dalam menuntaskan tugas.


"Dua senjata organik yang dirampas kelompok Manfred Fatem akhirnya berhasil kita ambil kembali seluruhnya. Ini merupakan bukti kesungguhan, kerja keras, dan tanggung jawab prajurit dalam menuntaskan tugas. Saya memberikan penghargaan kepada seluruh personel yang telah bekerja dengan disiplin dan profesional," ujar Riyanto.

OPM, Koops, TNI, Habema, Kodap, Sorong, Marinir, Kasuari, Satgas, Senjata


Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengamanan kembali inventaris satuan, tetapi juga upaya mengurangi potensi ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan aparat keamanan.


"Setiap senjata yang berhasil diamankan berarti berkurangnya potensi ancaman terhadap keselamatan manusia. TNI akan tetap tegas terhadap setiap ancaman bersenjata, dengan tindakan yang selektif, terukur, profesional, dan sesuai ketentuan hukum. Namun, kepada saudara-saudara yang ingin meninggalkan kekerasan, jalan damai tetap terbuka," katanya.


Koops TNI Habema menegaskan, keberhasilan Operasi Badai Kasuari 3.12 merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Barat Daya. Pengamanan wilayah akan terus dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, serta diiringi pendekatan teritorial dan kemanusiaan.


Melalui upaya tersebut, TNI berharap situasi keamanan di wilayah Maybrat semakin kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan normal.


Pengamanan kembali kedua senjata tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api untuk aksi kekerasan. Di sisi lain, Koops TNI Habema menegaskan bahwa kesempatan untuk meninggalkan kekerasan dan kembali membangun kehidupan bersama masyarakat tetap terbuka.(Na/By/Sa/Ar/Na)


copyright©INGATKEMBALIcom 2026