Jakarta - INGATMEMBALICOM: Pergantian tahun Masehi selalu berkaitan dengan kalender yang digunakan masyarakat dunia. Kalender ini mengatur waktu, tradisi, hingga aktivitas sosial lintas peradaban.
Karena itu, nama-nama bulan dalam kalender Masehi tidak muncul secara acak, melainkan lahir dari konteks sejarah tertentu. Sebagian besar penamaannya dipengaruhi budaya Romawi dan Yunani kuno.
Hingga kini, penanggalan Masehi mengikuti kalender Gregorian yang digunakan secara global. Meski demikian, akar penamaan bulannya tetap merujuk pada kalender Romawi ribuan tahun lalu.
Berikut adalah asal usul penamaan bulan Masehi, melansir beberapa sumber:
1. Januari
Januari berasal dari nama Dewa Janus dalam mitologi Romawi. Sosok ini dikenal sebagai dewa pintu, gerbang, dan permulaan.
Dalam penggambaran, Janus memiliki dua wajah yang saling berlawanan. Satu wajah menatap masa lalu, sementara yang lain menghadap masa depan.
2. Februari
Februari berasal dari kata Latin Februa yang berarti pembersihan. Makna ini berkaitan dengan ritual penyucian dalam tradisi Romawi kuno.
Pada masanya, Februari identik dengan upacara penebusan dosa. Ritual tersebut dilakukan menjelang pergantian siklus tahunan.
3. Maret
Maret diambil dari nama Mars, dewa perang dalam mitologi Romawi. Pada awalnya, bulan ini menandai dimulainya aktivitas militer setelah musim dingin.
Karena alasan itu, Maret pernah menjadi bulan pertama dalam kalender Romawi kuno. Penempatan ini mencerminkan pentingnya perang dalam kehidupan Romawi kala itu.
4. April
April diyakini berasal dari kata Latin aperire yang berarti membuka. Makna ini merujuk pada kuncup tanaman yang mulai bermekaran.
Seiring perubahan musim, April dipandang sebagai simbol kebangkitan alam. Karena itu, bulan ini lekat dengan awal musim semi.
5. Mei
Mei diambil dari nama Dewi Maia dalam mitologi Yunani dan Romawi. Ia dikenal sebagai simbol kesuburan dan pertumbuhan.
Dalam konteks alam, Mei menandai masa suburnya tanaman dan bunga. Makna tersebut kemudian melekat dalam penamaan bulannya.
6. Juni
Juni berasal dari nama Dewi Juno, pelindung perempuan dan pernikahan. Perannya sangat dihormati dalam masyarakat Romawi.
Selain itu, Juni juga dikaitkan dengan kata Latin juvenis yang berarti muda. Makna ini menegaskan Juni sebagai simbol awal kehidupan.
7. Juli
Juli dinamai untuk menghormati Julius Caesar, tokoh penting Kekaisaran Romawi. Penamaan ini dilakukan setelah kematiannya.
Sebelumnya, bulan ini dikenal sebagai Quintilis. Perubahan nama menjadi bentuk penghormatan atas reformasi kalender yang ia lakukan.
8. Agustus
Agustus diambil dari nama Kaisar Augustus Caesar. Ia merupakan kaisar pertama Romawi setelah Julius Caesar.
Makna Augustus berasal dari kata Latin yang berarti agung dan mulia. Karena itu, bulan ini diposisikan setara dengan Juli.
9. September
September berasal dari kata Latin septem yang berarti tujuh. Nama ini merujuk pada posisinya dalam kalender Romawi awal.
Namun setelah reformasi kalender, September bergeser menjadi bulan kesembilan. Meski begitu, nama lamanya tetap digunakan.
10. Oktober
Oktober berasal dari kata Latin octo yang berarti delapan. Penamaan ini juga mengikuti urutan lama kalender Romawi.
Setelah Januari ditetapkan sebagai awal tahun, Oktober menjadi bulan kesepuluh. Perubahan urutan tidak mengubah nama bulan.
11. November
November diambil dari kata Latin novem yang berarti sembilan. Nama ini berasal dari posisi awalnya dalam kalender Romawi.
Ketika kalender diperbarui, November bergeser menjadi bulan kesebelas. Meski demikian, penamaannya tetap dipertahankan.
12. Desember
Desember berasal dari kata Latin decem yang berarti sepuluh. Nama ini menunjukkan posisinya dalam kalender Romawi kuno.
Setelah reformasi kalender Julian, Desember menjadi bulan kedua belas. Namun warisan namanya tetap digunakan hingga kini.(Na/By/Sa/Ar/Na)
copyright©INGATKEMBALIcom 2025
