Home » » Sukmawati Soekarnoputri Dilaporkan ke Polda Kalsel

Sukmawati Soekarnoputri Dilaporkan ke Polda Kalsel

Written By Ingat Kembali on Sabtu, 07 April 2018 | 17.00

BANJARMASIN (INGATKEMBALICOM) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Hukum Perkumpulan (BHP) Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) Kalimantan Selatan, mengadukan Sukmawati Soekarnoputri ke Direktorat Reskrimum Daerah Polda Kalimantan Selatan, Sabtu (7/4/2018). Pelapor terdiri dari 15 perwakilan KSHUMI, bersama ulama dan tokoh masyarakat muslim di Banjarmasin.

Padahal Sukmawati Soekarnoputri telah meminta maaf ke Majelis Ulama Indonesia. Permintaan maaf terbuka itu agaknya tak menyurutkan desakan proses penegakan hukum oleh sebagian umat Islam, atas dugaan penistaan terhadap agama Islam.

Ketua DPD KSHUMI Kalsel, Mispansyah menyerahkan langsung berkas laporan atas terlapor Sukmawati Soekarnoputri kepada petugas piket Dirreskrimum Polda Kalsel, Bripka Agus Purwanto.

"Kami dari Kalimantan Selatan bersama daerah-daerah lainnya, mendesak kepolisian, agar laporan pengaduan ini bisa ditindaklanjuti," kata Mispansyah.

Mispansyah menegaskan bahwa proses hukum harus ditegakkan karena korban dari dugaan penodaan agama bukanlah perorangan, melainkan agama Islam. Meski Sukmawati sudah menyatakan permintaan maaf, Mispansyah tetap melaporkan karena delik biasa tentang penodaan agama yang korbannya bukan individu.

“Yang bisa minta maaf selesai, tapi korbannya adalah agama, yang ada umat di dalamnya, sehingga harus tetap diproses hukum," tegas Mispansyah.

Pakar Hukum Pidana dari Universitas Lambung Mangkurat ini juga menuntut penegakan keadilan kepada siapapun, sesuai asas persamaan di hadapan hukum (equality before the law). Sehingga lewat upaya ini, Mispansyah berharap, tidak ada lagi kasus serupa.

Menurut dia, tindakan pelaporan ini mengingatkan bagi siapapun agar tidak sembrono berucap dan berkarya tentang agama. “Karena kalau tidak dihukum, bisa menimbulkan lebih banyak lagi kasus penodaan agama di kemudian hari," ujar Mispansyah.

Seperti diketahui, dugaan penodaan agama tersebut berawal dari pembacaan puisi Sukmawati berjudul Ibu Indonesia saat acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta. Lewat karya puisi itu, Sukmawati diduga menodai agama Islam, karena membanding-bandingkan cadar dan adzan dengan konde dan kidung.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : ingatkembali.com Copyright © 2016-2018. Ingat Kembali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by PT.M2C
Proudly powered by Presiden Online