Home » » Tuntunan Ustadz Abdul Somad Saat Salat Sunat Ditepuk Pundak oleh Makmum

Tuntunan Ustadz Abdul Somad Saat Salat Sunat Ditepuk Pundak oleh Makmum

Written By Ingat Kembali on Minggu, 07 Juli 2019 | 10.00

    Ustadz Abdul Somad

"Kalau ada orang menepuk bahu kita, saat menjalankan ibadah salat sunat, maka keraskan suara Anda saat menjalankan salat, jangan diam,"Ustadz Abdul Somad 

(INGATKEMBALICOM)  - Sebagian kalangan umat Islam sering mengalami peristiwa yang tidak terduga di saat menjalankan salat sunat di masjid.

Lantas, bagaimana sih tuntutan untuk menyikapinya yang sesuai ajaran Agama Islam?

Misalnya, saat memasuki masjid, umat Islam menjalankan ibadah salat sunat Tahiyatul Masjid.

Salat sunat Tahiyatul Masjid biasanya dilakukan di saat umat Islam baru memasuki masjid.

Sejumlah salat sunat memang hanya dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan dilanjutkan dengan salat sunat lain.

Misalnya, salat sunat hajat, salat sunat taubat, salat sunat sebelum salat wajib, dan salat sunat setelah salat wajib.

Biasanya, salat sunat dilaksanakan oleh seorang Muslim di saat akan menunaikan salat wajib di masjid.

Sejumlah salat sunat memang hanya dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan dilanjutkan dengan salat sunat lain.

Misalnya, salat sunat hajat, salat sunat taubat, salat sunat sebelum salat wajib, dan salat sunat setelah salat wajib.

Biasanya, salat sunat dilaksanakan oleh seorang Muslim di saat akan menunaikan salat wajib di masjid.

Karena itu, bagi setiap orang Muslim tidak mengherankan berbondong-bondong untuk melaksanakan salat sunat tersebut.

Sebagaimana diungkap IngatkembaliCom melalui sebuah video yang diunggah di sejumlah platform, Ustadz Abdul Somad memberikan jawabannya.

"Kalau ada orang menepuk bahu kita, saat menjalankan ibadah salat sunat, maka keraskan suara Anda saat menjalankan salat, jangan diam," kata Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya, yang dikutip IngatKembaliCom, Minggu 07 Juli 2019

Menurut Ustadz Abdul Somad, di saat ada seorang Muslim yang makmum, maka seorang Muslim yang menunaikan salat sunat itu wajib untuk menjadi imam.

"Keraskan ucapan, Allahu Akbar, jangan diam," katanya.

Meski sedang menunaikan salat sunat dan makmum niat salat wajib, mereka tetap mendapatkan pahala yang sesuai.

Bahkan, pahala itu adalah pahala berlipat, misalnya umat Muslim yang menunaikan salat sunat itu, maka dia mendapatkan pahala salat sunat ditambah pahala salat berjamaah.

Menurut Ustadz Abdul Somad, salat yang dijalankan tetap sah.

Meski, kata Ustadz Abdul Somad, awalnya, mereka mempunyai niat salat yang berbeda.

"Sah," kata Ustadz Abdul Somad.

Karena itu, orang yang ditepuk bahunya, jangan malah mengibaskan tangannya untuk menandakan dia bukan sedang menjalankan salat wajib.

Ustadz Abdul Somad memberikan jawaban soal salat sunat ada yang makmum, lanjutkan salat dan jadi imam atau mengibaskan tangan kepada makmum untuk menyingkirkan dia?

Ustadz Abdul Somad memberikan tuntunan, orang yang menjadi imam tersebut tidak perlu menjadi risau dan berupaya untuk menolak pengangkatan dia sebagai imam salat wajib

"Teruskan salatnya, jangan dihentikan," kata Ustadz Abdul Somad.

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : ingatkembali.com Copyright © 2016-2018. Ingat Kembali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by PT.M2C
Proudly powered by Presiden Online