Jakarta - INGATKEMBALIcom: Indeks Harga Saham Gabungan bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini, dan ditutup menguat. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam penutupan perdagangan IHSG naik 1,25 persen atau 106 poin ke level 8.644.
Sebanyak 493 saham harganya naik, 221 saham harganya turun dan 244 saham stagnan. “Saham sektor barang sekunder paling kuat naiknya (3,7 persen), saham sektor teknologi turun paling dalam (-1,17 persen),” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Senin, 29 Desember 2025.
Sepanjang hari ini Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga bergerak menguat. Saham–saham yang mendominasi penguatan diantaranya ADMR, AMMN, MBMA, MDKA, BRPT.
Volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 39,10 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 2,72 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp22,51 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp15.809 triliun.
Di dalam negeri, pelaku pasar merespons positif tuntasnya perundingan tarif perdagangan antara AS-Indonesia. “Indonesia – AS tinggal melakukan penandatangan resmi yang dijadwalkan akhir bulan Januari 2026,” ucap Tim Pilarmas.
Seiring penguatan IHSG, bursa saham di kawasan Asia juga bergerak di zona positif. Sentimen pasar ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di tahun depan.
“Untuk itu pasar akan fokus pada risalah pertemuan the Fed (FOMC) yang akan dirilis jelang akhir tahun ini. Risalah tersebut akan menjadi panduan lebih lanjut tentang kebijakan moneter,” ujar Tim Pilarmas.
Di sisi lain pasar akan mencerna kemungkinan kesepakatan perdamaian Ukraina dengn Rusia. Presiden Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim pembicaraan untuk mengakhiri perang telah mengalami kemajuan.
Namun, laju kenaikan pasar keuangan dibatasi reaksi pelaku pasar yang mencerna data ekonomi Tiongkok yang tumbuh melambat. Tiongkok Industrial Profit turun dari sebelumnya 1,9 persen menjadi 0,1 persen.
“Ini mencerminkan permintaan yang lemah serta adanya tekanan biaya,” kata Tim Pilarmas. Pada saat yang sama pasar mencermati latihan militer skala besar yang digelar Tiongkok di sekitar Taiwan.
Latihan militer itu menjadi peringatan keras dari Tiongkok ke Taiwan. Sementara Taiwan menyebut latihan tersebut sebagai upaya untuk mengganggu stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik.
Kemarahan Tiongkok terhadap Taiwan, dilatarbelakangi sikap Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu mengumumkan paket senjata besar untuk Taiwan, yang disebutnya sebagai negara demokrasi yang berdaulat.(Na/By/Sa/Ar/Na)
copyright©INGATKEMBALIcom 2025
