Home » , » Kapolri Sekolah "Tak Ajarkan" Demokrasi Pancasila

Kapolri Sekolah "Tak Ajarkan" Demokrasi Pancasila

Written By Ingat Kembali on Sabtu, 08 April 2017 | 14.50

IngatKembaliCom-Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengemukakan pendapatnya soal liberalisme masuk akibat lunturnya rasa kebhinekaan di Indonesia karena perlahan mengadopsi liberal versi barat. Tito mencontohkan, salah satu kasus terkait banyak sekolah yang tidak memperkenalkan konsep kehidupan Pancasila.

"Liberalisme ini sadar tidak sadar, Indonesia semenjak 98 pelan-pelan sudah mengadopsi demokrasi liberal versi barat. Sedangkan demokrasi Pancasila, ironisnya sudah mulai pelan-pelan meredup. Kita lihat banyak sekolah yang tidak memperkenalkan konsep-konsep ini," ujar Tito saat menjadi pembicara dalam acara seminar dan lokakarya 'Indonesia di Persimpangan Negara Pancasila Vs Negara Agama' di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (08/April/2017).

Tito menyayangkan hal tersebut. Menurut dia, para pemuda pejuang bangsa telah berupaya menjaga keutuhan pancasila lewat Sumpah Pemuda.

"Padahal saat Indonesia berdiri, tahun 1928 Sumpah Pemuda bangsa kita, ini menyetujui 3 hal. Yaitu tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia," kata Tito.

Tito juga membahas soal kebhinekaan yang dideklarasikan pendiri bangsa. Menurutnya, para pendiri bangsa telah paham kalau perbedaan akan jadi faktor pemecah bangsa.

"Tahun 1945 terkenal dengan konsep Bhineka Tunggal Ika. Artinya para pendiri bangsa sudah memahami adanya perbedaan, tapi dinafikan dan membuat satu kepentingan bersama, yaitu bangsa," terangnya
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : ingatkembali.com Copyright © 2016-2018. Ingat Kembali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by PT.M2C
Proudly powered by Presiden Online