Home » » Mahar Uang Dilipat Kena Pidana

Mahar Uang Dilipat Kena Pidana

Written By Ingat Kembali on Rabu, 24 Juli 2019 | 14.00

    Mahar dari uang kertas

"harus memelihara uang. Jangan dilipat, disteples, dibasahi, diremas, dicoret," Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara

Jakarta (INGATKEMBALICOM) Bank Indonesia (BI) mengizinkan masyarakat yang ingin menggunakan rupiah sebagai mahar pernikahan. Asalkan, uang tersebut tak dilipat menjadi menyerupai bentuk tertentu seperti yang sering terjadi saat ini.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan rupiah boleh digunakan sebagai mahar pernikahan karena memiliki nilai dan diakui di Indonesia. Namun, ia melarang dengan tegas bila rupiah dilipat karena bisa merusak kondisi fisik uang. 

"Jadi mahar boleh, mas kawin boleh, tapi kalau mau kasih uang, uangnya jangan dilipat," ungkapnya di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. 

Sementara dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang disebutkan rupiah tidak boleh dirusak dengan cara apapun. Tindakan merusak rupiah akan dikenakan hukuman berupa denda dan pidana. 

Pasal 25 UU tersebut menyatakan setidaknya pelaku perusakan rupiah bisa dikenakan denda Rp1 miliar dan pidana maksimal lima tahun. 

"Disebutkan kita harus memelihara uang. Jangan dilipat, disteples, dibasahi, diremas, dicoret, dan lainnya. Ya masa uang dilipat, ditekuk, dibentuk-bentuk menyerupai apa begitu," katanya. 

Di sisi lain, Mirza sempat melemparkan celetukan agar masyarakat menggunakan uang elektronik sebagai mahar pernikahan. Sebab, hal tersebut mendukung gerakan pembayaran non tunai (cashless). 

Pasal 25 UU tersebut menyatakan setidaknya pelaku perusakan rupiah bisa dikenakan denda Rp1 miliar dan pidana maksimal lima tahun. 

"Disebutkan kita harus memelihara uang. Jangan dilipat, disteples, dibasahi, diremas, dicoret, dan lainnya. Ya masa uang dilipat, ditekuk, dibentuk-bentuk menyerupai apa begitu," katanya. 

Di sisi lain, Mirza sempat melemparkan celetukan agar masyarakat menggunakan uang elektronik sebagai mahar pernikahan. Sebab, hal tersebut mendukung gerakan pembayaran non tunai (cashless). 
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : ingatkembali.com Copyright © 2016-2018. Ingat Kembali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by PT.M2C
Proudly powered by Presiden Online