Home » » Kasus Kematian La Gode, 11 Oknum TNI Jadi Tersangka

Kasus Kematian La Gode, 11 Oknum TNI Jadi Tersangka

Written By Ingat Kembali on Rabu, 17 Januari 2018 | 13.00

Ternate (INGATKEMBALICOM), Dugaan keterlibatan oknum TNI Pos Komando Kompi (Koki) SSK III Satgas Yonif Raider Khusus 732/Banau Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut) dalam kematian La Gode (34) telah menemukan titik terang.

Hal ini terbukti dalam gelar perkara yang dilakukan Polda Malut melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dibawah kepemimpinan Kombes Pol, Dian Harianto yang di wakili oleh Kasubdit III Ditreskrimum, AKBP Mikael Sitanggang dengan melibatkan pihak Denpom XVI/1 Ternate dan perwakilan Denpomdam XVI/Pattimura bertempat di Kantor Ditreskrimum Polda Malut, Jumat (12/1/2018).

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Malut, Brigjen (Pol) Achmat Juri melalui Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol. Dian Harianto mengatakan, kehadiran perwakilan Denpomdam Patimura dan Pom Ternate di Ditreskrimum tersebut, dalam rangka gelar perkara kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian terhadap warga kecamatan Lede yakni La Gode pada (20/10/2017) lalu.

"Pada prinsipnya hasil dari penyelidikan yang telah dilakukan, telah selesai dan sudah maksimal,yang terakhir kami terima hasil dari Labfor tentang penyebab kematian korban yang meninggal ini," ungkap Dian.

Dian menambahkan, dari gelar perkara yang dilakukan tersebut, ada dua hasil yang disepakati secara bersama, yakni, berkas akan secepatnya paling lambat, Rabu (17/1) besok akan dilimpahkan ke POM Ternate dan akan ditindaklanjuti untuk diserahkan ke Pomdam Ambon, dan kesepakatan kedua, jika penyelidikan POM dalam penyelidikan kasus itu, kedepan apabila apabila ditemukan anggota masyarakat umum atau sipil yang ada kaitannya dengan kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia maka, dari Denpom juga akan meyerahkan Polda Malut untuk ditindaklanjuti sebagaimanan mestinya.

"Kalau dari hasil gelar perkara yang dilakukan tadi itu tidak menyebutkan terangka, karena tidak ada indikasi masyarakat yang terlibat atau anggota umum yang terlibat dalam kasus itu," kata Dian.

Dian menegaskan, dari hasil penyidikan yang dilakukan tersebut, diambil kesimpulan bahwa pelakunya adalah oknum anggota TNI, sehingga tindaklanjut dari perkara itu nantinya akan dilimpahkan ke Deanpom Ternate.

"Dari hasil gelar perkara kasus itu, kita tidak menyebutkan nama dan jumlah oknum TNI yang terlibat, tapi menyebutkan bahwa dugaan itu memang benar," akunya.

Sementara itu, Dandenpom XVI/1 Ternate, Letkol CPM Ali Mustofa saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengaku, dari hasil penyelidikan yang dilakukan secara internal, hasilnya terdapat 11 oknum anggota TNI yang diduga terlibat dan ke 11 oknum tersebut telah ditahan di Pomdam Pattimura Ambon.

"Jadi oknum anggota TNI yang diduga melakukan tindak pidana itu berjumlah 11 orang, kemudian saat ini mereka sudah ditahan di tahanan Militer di Pomdam Ambon untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut dan salah satu dari mereka adalah berisial RB," kata Ali.

Lanjut Ali Mustofa, tindaklanjut dari kasus ini rencananya, perkara tersebut akan dilimpahkan dari Polda ke POM pada minggu depan nanti, namun dalam kasus ini, POM sendiri juga melakukan penyelidikan dan penyidikan yang berjalan secara simutan.

"Kesimpulannya, hasil penyelidikan Polri yang menyatakan pelakunya oknum anggota TNI, maka sesuai dengan hukum acara perkara itu dilimpahkan ke POM, tapi yang pasti dari sejak awal POM sendiri sudah bersinergi dan tidak ada masalah," akunya.

Disentil terkait dengan hasil penyelidikan yang dilakukan POM, apakah ada dugaan keterlibatan pihak lain, dirinya mengaku, untuk saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan keterangan tentang adanya keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut selain dari 11 oknum yang telah ditetapkan tersangka.

"Untuk proses selanjutnya nanti pada persidangan Militer secara terbuka, dan selama ini kita masih mengacu pada pasal-pasal penganiayaan dalam KUHP dengan ancaman hukumannya disesuaikan dengan aturan yang ada," tegasnya.

Dia kembali menegaskan, dengan mulai terungkapnya kasus ini telah membuktikan bahwa pihak TNI tidak main-main dalam mengungkap kasus kematian La Gode, karena ini sudah merupakan instruksi dari pimpinan tertinggai yang diteruskan ke Pangdam hingga ke pimpinan daerah.

"Ini sudah menjadi komitmen kita untuk diproses hingga tuntas dan dilakukan secara tranparan," pungkasnya
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : ingatkembali.com Copyright © 2016-2018. Ingat Kembali - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by PT.M2C
Proudly powered by Presiden Online